Bolehkah Jual Lagi Desain Freepik ke Shutterstock? Aturan Main yang Harus Kamu Tahu!

Halo sahabat Bang Ikhwan Tutorial! Kalau kamu sering berkecimpung di dunia desain grafis, pasti nggak asing lagi dengan platform seperti Freepik atau Shutterstock. Dua raksasa ini adalah “supermarket”-nya para desainer untuk mencari bahan baku atau menjual karya.

Nah, ada satu pertanyaan yang sering banget muncul dan bikin penasaran: 

“Boleh nggak sih, aku download vektor dari Freepik, edit dikit, terus aku jual lagi di Shutterstock?”

Kedengarannya seperti ide bisnis yang cemerlang, ya? Tapi, hati-hati! Jawabannya bisa bikin akunmu diban atau bahkan berurusan dengan masalah hukum. Yuk, kita kupas tuntas aturan mainnya biar kamu nggak salah langkah!

Jawaban Singkatnya? JANGAN!

Mari kita langsung ke intinya biar nggak penasaran. Tidak boleh, dan sangat dilarang keras untuk menjual kembali aset dari Freepik—baik yang gratis maupun premium—ke platform microstock lain seperti Shutterstock, Adobe Stock, atau sejenisnya. Titik.

Monitor sebuah komputer dengan koleksi desain

Bahkan jika kamu sudah berlangganan Freepik Premium dan punya akses ke jutaan aset bebas atribusi, hak kepemilikan konten tersebut tetap bukan milikmu. Kamu hanya membeli lisensi untuk menggunakannya, bukan membeli kepemilikan untuk memperjualbelikannya kembali.

Bayangkan seperti ini: Kamu beli lisensi software Windows. Boleh kamu pakai untuk membuat dokumen, presentasi, atau desain. Tapi, bolehkah kamu mengemas ulang software Windows itu dan menjualnya ke orang lain? Tentu nggak, kan? Prinsip yang kurang lebih sama berlaku di sini.

Memahami “Tujuan Penggunaan” yang Benar

Lalu, buat apa dong kita subscribe Freepik Premium kalau nggak boleh dijual lagi? Tenang, manfaatnya tetap besar kok asal dipakai di jalur yang benar.

Aset-aset dari Freepik (baik ikon, vektor, foto, atau PSD) dirancang untuk menjadi bahan baku atau elemen pendukung dalam proyek kreatif mu. Maksudnya gimana?

· Proyek Klien: Kamu membuat logo, banner website, atau desain kemasan produk untuk klien. Di dalam desain akhir itu, kamu menyisipkan ilustrasi dari Freepik yang sudah kamu modifikasi agar matching dengan brand klien.

· Proyek Pribadi: Kamu membuat presentasi yang keren, materi webinar, atau desain feed Instagram untuk bisnis milikmu sendiri.

· Produk Dijual (dengan syarat): Ini agak tricky. Kamu boleh menggunakan aset Freepik dalam produk yang dijual, asalkan produk tersebut bukan berupa “aset digital mentah” yang bisa diekstrak kembali. Misalnya, kamu mencetak desain kaos, mug, atau undangan pernikahan. Desain akhirnya sudah menjadi satu kesatuan yang nggak bisa dipisahkan. Yang dilarang adalah menjual file .AI atau .EPS-nya begitu saja di platform stock.

Intinya, aset Freepik adalah bahan mentah, bukan produk akhir yang bisa kamu kemas ulang dan jual kembali di pasar yang sama.

Kategori Gratis vs Premium: Beda Fasilitas, Sama Aturannya

Kadang ada yang berpikir, “Ah, ini kan aku dapat versi gratisnya, jadi bebas lah ya.” Atau sebaliknya, “Aku kan bayar premium, pasti boleh melakukan apa aja.” Eits, kedua anggapan ini keliru.

Mari kita lihat perbandingan sederhananya:

Freepik Gratis:

· Dapat fasilitas unduhan terbatas.

· Wajib menyertakan atribusi (credit/link sumber) ketika mempublikasikan karya yang menggunakan asetnya. Kalau lupa? Itu bisa masuk pelanggaran lisensi.

· Cocok untuk yang baru belajar atau proyek dengan budget sangat terbatas.

Freepik Premium:

· Kuota unduhan jauh lebih banyak.

· Akses ke konten eksklusif yang cuma untuk anggota premium.

· Lisensi lebih lengkap yang membebaskan mu dari kewajiban atribusi. Ini penting banget untuk proyek profesional yang bersih dan rapi.

· Kamu akan mendapat sertifikat lisensi dalam format PDF yang bisa jadi bukti legal jika suatu saat diperlukan.

Tapi, ingat! Baik yang gratis maupun premium, keduanya sama-sama melarang keras penjualan kembali aset sebagai produk stock. Bayaran premium mu adalah untuk kemudahan akses dan penggunaan, bukan untuk membeli hak cipta.

Ide desain konsep

Risiko Kalau Kamu Nekat Buat Melanggar

“Ah, palingan cuma dapat teguran.” Jangan salah, sahabat. Pelanggaran hak cipta dan lisensi di dunia digital itu ditanggapi sangat serius. Risikonya bisa berkisar dari yang ringan sampai berat:

1. Akun Diblokir: Platform seperti Shutterstock punya sistem deteksi dan tim reviewer yang ketat. Jika karyamu ketahuan adalah aset Freepik yang dijual kembali, akun kontributormu akan di-ban permanent. Uang yang belum dicairkan? Bisa hangus.

2. Tuntutan Hukum: Dalam kasus yang lebih serius, terutama jika pelanggaran dilakukan secara masif dan merugikan, pemilik hak cipta (dalam hal ini Freepik atau desainer aslinya) bisa mengambil tindakan hukum. Ini berarti surat somasi, gugatan, dan denda yang jumlahnya nggak main-main.

3. Reputasi Ancur: Nama baikmu di komunitas desain akan tercoreng. Dunia desain itu lebih kecil dari yang kamu kira. Reputasi adalah segalanya.

Lalu, Gimana Caranya Kalau Mau Hasilin Uang dari Desain?

Jangan patah semangat dulu! Larangan ini justru membuka jalan untuk berkarya secara orisinal dan legal. Daripada repot-repot ngopas dan hidup dalam ketakutan, lebih baik fokus ke jalan yang benar-benar menghasilkan:

1. Jadi Kontributor di Platform Microstock

Ini adalah jalan utama! Daripada menjual ulang karya orang, kenapa nggak menjual karyamu sendiri?

· Freepik Contributor: Kamu bisa mendaftar sebagai kontributor dan mengunggah desain orisinalmu. Biasanya ada syarat seperti portofolio minimal (misalnya, 150 desain) untuk memulai. Setiap kali karyamu diunduh, kamu dapat komisi.

· Shutterstock, Adobe Stock, dll: Prinsipnya sama. Kamu membuat ilustrasi, foto, vektor, atau template video dari nol, lalu upload ke sana. Royalti yang didapatkan bisa menjadi sumber passive income yang lumayan.

2. Kuasai Seni “Modifikasi Mendalam” dengan Etika

Ini adalah area abu-abu yang butuh kehati-hatian ekstra. Memodifikasi aset stock untuk membuat karya baru itu boleh, tetapi hasil akhirnya harus benar-benar berbeda dan unik, bukan sekadar “edit dikit”.

· Yang Bukan Karya Baru: Mengganti warna pada ilustrasi vektor, memotong sebagian gambar, atau menambahkan teks sederhana. Hasilnya masih terlalu mirip dengan aslinya.

· Yang Bisa Dianggap Karya Baru: Menggabungkan 5-10 elemen vektor yang berbeda dari berbagai sumber, mengolahnya dengan detail kompleks, menambahkan ilustrasi tanganmu sendiri, hingga menciptakan sebuah scene atau template yang sama sekali baru. Intinya, aset tadi hanya menjadi bahan kecil dalam kanvas besarmu.

3. Pahami Jenis-Jenis Lisensi Digital

Ini ilmu dasar yang wajib dikuasai:

· Lisensi Standar/Royalty-Free: Lisensi umum untuk kebanyakan aset microstock. Boleh digunakan untuk proyek komersial pribadi dan klien, dengan batasan tertentu (biasanya tidak untuk dijual kembali sebagai template, dan ada batasan jumlah cetak untuk produk fisik).

· Lisensi Enhanced/Extended: Lisensi premium yang memberi hak lebih luas, seperti untuk penggunaan pada barang yang akan dijual massal (misal, kaos 10.000 buah) atau iklan besar.

· Lisensi Editorial: Khusus untuk konten yang mengandung merek, tokoh publik, atau peristiwa bersejarah. Hanya boleh digunakan untuk pemberitaan, edukasi, atau review, bukan untuk kepentingan komersial langsung (seperti iklan produk).

Kesimpulan & Saran dari Bang Ikhwan

Jadi, sahabatku sekalian, menjual kembali desain Freepik ke Shutterstock itu ibarat menjual ayam goreng restoran cepat saji di warung kamu dengan label “homemade”. Selain tidak etis, konsekuensinya berat banget.

Dunia desain grafis digital sudah memiliki ekosistem dan aturan yang jelas untuk melindungi hak cipta kreator. Sebagai desainer, kita harus menghormati itu. Lagi pula, kebanggaan terbesar seorang kreator adalah ketika orang menghargai karya orisinal yang lahir dari ide dan skill kita sendiri.

Jalan terbaik adalah:

1. Gunakan aset Freepik sebagaimana mestinya: Sebagai bahan baku pendukung proyek desainmu.

2. Berkaryalah secara orisinal: Jadilah kontributor, jadilah pencipta. Itu lebih membanggakan dan sustainable dalam jangka panjang.

3. Teruslah belajar: Selalu update tentang perkembangan lisensi dan etika desain.

Dengan kreativitas dan pemahaman aturan yang baik, kamu bisa sukses di dunia desain tanpa perlu mengambil jalan pintas yang berisiko. Semangat berkarya, dan sampai jumpa di tutorial berikutnya!

Artikel ini dibuat berdasarkan pemahaman umum tentang ketentuan lisensi. Untuk keputusan hukum yang pasti, selalu baca dan merujuk pada perjanjian lisensi resmi dari masing-masing platform.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bolehkah Jual Lagi Desain Freepik ke Shutterstock? Aturan Main yang Harus Kamu Tahu!"

Posting Komentar